SSMA 2012-2013 “PEMBEKALAN DAN PENDAKIAN GUNUNG ARJUNA”

DSC04479

DSC04221

100_7547

Sahabat Air Smanesa, pada tanggal 9-11 November 2012 kami perwakilan tim Re.S.H mengikuti “Pembekalan Kader Lingkungan 2012-2013” yang diselenggarakan oleh Yayasan Satu Daun di pendopo RANDUWANA, Kertosari, Purwosari. Tak seperti tahun kemarin, kali ini kami di dampingi oleh Bapak Mahmud (Regenerasi ya), kami berlima yaitu Machmud Amiruddin (X-6), Mohammad Fahririjal (X-9), Faizatur Rahmawati (XI IPA.5), Tommy Effendy (XI IPS.2),  dan Putri Ayu Intan Permatasari (XI IPS.4) berkesempatan menjadi perwakilan untuk menjadi Sahabat Air Smanesa berikutnya, tak ketinggalan kakak kelas kami Dahliya Irmawati Rohmatulloh (XII IPA.1), Desi Imastuti (XII IPA.1), dan Ridho Hananta (XII IPS.3) juga ikut serta mendampingi kami dalam kegiatan tersebut.

Diawali dengan keberangkatan kami dari sekolah pada pukul 07.00 yang telah kami sepakati bersama. Kami menggunakan mobil yang telah di sediakan. Setelah beberapa lama perjalanan kami sampai di pendopo RANDUWANA pukul 07.30 tepat. Sambil menunggu acara di mulai kami di suguhi panitia dengan kopi hangat dan pisang kukus.

Satu persatu  peserta dari sekolah lain datang. Acara pada pagi hari itu baru dimulai pada pukul 09.15, dan di buka oleh panitia penyelenggara kegiatan dari Yayasan Satu Daun.  acara tersebut membahas tentang pembekalan kader lingkungan untuk semua peserta dan beberapa dewan guru pendamping, acara tersebut juga di hadiri oleh beberapa perwakilan dari PT. AQUA LESTARI, perwakilan dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan,  dan juga dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Beliau-beliaulah yang menyampaikan pengetahuan baru tentang lingkungan kepada para peserta yang hadir .

Setelah mendengarkan beberapa materi kami diberikan waktu istirahat pada pukul 11.00. waktu istirahat tersebut  kami isi dengan makan siang yang di sediakan oleh panitia dan juga tak lupa untuk sholat jum’at (untuk peserta cowok), karena kebetulan hari itu tepat hari jum’at, acara di lanjutkan pada pukul 01.00 dengan kegiatan Fun Game, kami ber delapan di pecah menjadi beberapa kelompok secara acak dan di gabung dengan peserta dari sekolah lain, kegiatan tersebut memang sangat bermanfa’at dan berguna bagi kami selain untuk membuang kejenuhan, memupuk kekompakan, kami juga menjadi tambah akrab satu sama lain.  Acara  tersebut berakhir pada pukul 04.30 dan berlanjut dengan pembagian Home Stay (tempat menginap) bagi setiap peserta, kebetulan Home Stay kami adalah rumah-rumah penduduk sekitar, maka kami di tuntut untuk sopan dan baik terhadap pemilik rumah. Kamipun beristirahat untuk beberapa saat karena tepat pukul 19.00 kami harus berkumpul kembali di pendopo.

Setelah pukul 19.00 acarapun dilanjutkan kembali dengan materi yang diselingi dengan game sederhana dan juga pembahasan kegiatan pendakian ke gunung Arjuna untuk esok hari. Tak terasa waktu cepat berlalu malampun semakin larut kami dipersilahkan kembali ke Home Stay untuk beristirahan sembari dibagikan kaos dari pihak panitia.

Keesokan harinya sesuai kesepakatan tepat pukul 07.00 kami harus kembali ke pendopo. Maka sebelum itu kami berkemas dan mohon pamit pada ibu dan ayah asuh kami selama di Home Stay barulah kami pergi ke pendopo. Sebelum berangkat ke taman safai sebagai tempat transit. Kami dibagikan botol minuman sebagai bekal kami mendaki. Lalu kami melanjutkan perjalanan berikutnya bengan kendaraan yang telah disediakan oleh pihak panitia. Sesampai di taman safari kami menitipkan barang bawaan yang kurang diperlukan di rumah salah-satu panitia kegiatan. Sembari kami diberi bekal untuk makan siang dan sebuah matras sebagai alat tibur kami nanti.

Lalu perjalanan dilanjutkan dengan menumpangi kendaraan seperti truk, pickup, dan mobil ofroad melalui jalur Kaliandra menuju titik pendakian dimana perjalanan tidak dapat dilanjutkan lagi dengan menggunakan kendaraan. Hal tersebut merupakan pengalaman yang seru bagi kami, merasakan nikmatnya diguncang dengan kendaraan yang meniti trap pegunungan yang cukup terjal. Setelah kendaraan tidak dapat lagi menempuh rute yang ada kamipun mulai pendakian dengan berjalan kaki. 100-500 meter perjalanan masih lumayan. Tetapi lama kelamaan kami mulai capek.

Cuaca di bawah yang sangat panas dan medan yang cukup terjal membuat kami harus beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga. Ditambah lagi pemandangan kayu coklat yang berganti menjadi hitam bekas kebakaran, seakan menambah capek pendakian. Pemandangan indah yang seharusnya menjadi obat rasa capek hanya impian. Setelah dirasa cukup kamipun melanjutkan kembali perjalanan menuju ke pos dimana kita akan bermalam. Tetapi perjalanan tidak semudah yang dipikirkan medan semakin terjal hingga kami harus berkali-kali beristirahat guna memulihkan kembali tenaga karena perjalanan masih panjang. Bukan hanya faktor medan yang terjal cuaca di atas jauh sangat berbeda dengan dibawah. Dibawah sangat panas sedangkan di atas kabut mulai menghalangi  pandanggan kami  hingga jarak pandang hanya ±3 meter.

Hawa dingin pun mulai membelai kulit kami dan hujan pun mulai turun diikuti dengan kilatan halilintar yang bergemuruh hingga salah satu anggota kita ada yang menangis dibuatnya. Kamipun sempat kesulitan untuk mencari jalur yang tepat karena pandangan kami yang sangat terbatas. Untunglah setiap kali kami berteriak berharap ada suara yang menunjukkan kami arah yang tepat ada jawaban dari peserta lain ataupun  panitia yang telah berjalan lebih dulu dari kami.hingga kami sampi di tempat pos dimana kami akan bermalam (Gumandar) pukul ± 02.25. Cuaca masih sangat dingin hujan masih turun rintik-rintik kabutpun masih sangat tebal hingga saat kami bernafas kami dapat melihat uap air keluar dari lubang hidung kami.

Salah satu cara kami untuk menghanggatkan badan adalah dengan mendekat ke api unggun, ternyata ada kegunaan yang lain dari api unggun selain untuk menghangatkan badan juga dapat mengeringkan pakain kami yang basah karena guyuran hujan. Selain pakaian ada juga yang mengeringkan sepatu dan kaus kakinya. Hingga salah satu dari kami ada yang terbakar sepatunya karena terlalu dekat dengan api. Karena hari semakin malam panitiapun segera melakukan pembagian tenda. Setelah semua mendapat tenda kami bideri peralatan serta bahan-bahan untuk memasak untuk jatah makan malam dan sarapan pagi.

Kamipun melakukan pembagian tugas untuk memasak. Setelah masakan selesai kami makan bersama-sama. Karena malam semakin gelap, dan udara semakin dingin kamipun beristirahat di tenda masing-masing. Sebenarnya malam hari ada kegiatan renungan malam, tetapi munigkin karena situasi dan kondisi kurang memungkinkan acara tersebut dibatalkan. Jadi kami dapat beristirahat lebih cepat.

DSC04460

Tak terasa sang fajar sudah mulai nampak kembali tanda hari sudah pagi. Kamipun bangun dan keluar tenda tetapi kondisi udara masih dingin karena matahari belum sepenuhnya keluar. Kamipun melihat sunrise karena cuaca cukup cerah, kata orang sambil menyelam minum air. Kamipun menikmati keindahan sunrise dan mengabadikannya dengan kamera.

Setelah cukup puas dengan apa yang kita lihat kami diajak melihat air terjun yang berada di dekat sana rencananya kani ingin mandi atau setidaknya membasuh muka, perjalanan tidak seberapa jauh tapi sayang setelah sampai ada rasa kecewa karena airnya tercemar oleh abu bekas kebakaran hutan yang terjadi baru-baru ini.

Kamipun kembali menuju ke kamar mandi darurat yang disediakan oleh panitia. Tepi kami tidak berani mandi karena air disana terlalu dingin. Setelah membersihkan tubuh kami kembali ke tenda dan memasak untuk sarapan. Setelah sarapan kami disuruh segera berkemas dan melipat tenda karena kita akan pulang. Sebelum pulang kami bersama seluruh peserta beserta panitia yang ada berfoto bersama untuk kenang-kenangan. Acarapun selesai akhirnya kamipun turun.

DSC04479

Dalam perjalanan turun tidak semudah yang terlihat. Banyak  yang jatuh dan rombongan yang turun lebih dulu ada yang terseesat, untung ada panitia yang sigap jadi itu tidak menjadi masalah yang besar. Sesekali kami berhenti untuk beristirahat lalu kembali berjalan. Sesampai di bawah sami beserta rombngan dijemput oleh sebuah truk untuk kembali ke taman safari. Sebelumnya bapak mahmud sudah mintak di jemput oleh sekolah jadi fikir kami kita tidak perlu menunggu lama setelah sampai di taman safari.

Kami sampai di taman safari sekitar pukul 13.00 sambil menunggu kami disediakan makan siang dan diperbolehkan mandi di WC umum yang telah disediakan. Sambil menunggu jemputan mobil sekolah kami mengembalikan  matras dan mengambil barang yang kemarin dititipkan di rumah panitia. Setelah itu kami bersendang gurau sembari menunggu jemputan. Setelah menunggu cukup lama tenyata jemputan tidak datang juga. Lalu bapak mahmud mengkonfirmasi orang yang menjemput ternyata dari tadi jemputan sudah datang tetapi beliau yang menjemput menunggu di parkiran taman safari. Tak lama kemudian jemputan pun datang dan kami dapat segera pulag kerumah.

Sungguh pengalaman yang mengagumkan..

Salam Sahabat Air Smanesa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: