“Rumah Ramah Lingkungan” – Interpretasi Arsitektural Konsep Islam dalam Hunian

An Excerpt:

keberadaannya di tengah-tengah kita. Namun demikian, dari sekian banyak tanda yang terlihat oleh mata kepala kita, ternyata hanya sedikit yang bisa sampai ke mata hati kita. Tidak ada yang kita lakukan selain menunggu kerusakan itu menimpa diri sendiri dan keluarga, untuk kemudian kita sesali kedatangannya. Bahkan setelah bencana itu datang pun, tak jarang kita beralasan tak memiliki kemampuan untuk berbuat sesuatu, karena merasa bukan ‘siapa-siapa’ dan hanya ‘orang biasa’. Padahal, setiap manusia diberi kemampuan oleh Allah swt untuk menjadi pemimpin dan mengadakan perbaikan, bahkan di lingkungan terkecil sekalipun. Di dalam lingkungan terkecil itu, kita memiliki kemampuan untuk mengubah dan memperbaiki kerusakan yang ada, walaupun sedikit demi sedikit. Lingkungan terkecil itu berada sangat dekat dengan kita, dan kita hidup di dalamnya setiap hari. Lingkungan terkecil yang begitu dekat itu adalah rumah kita sendiri.

Walaupun merupakan lingkungan terkecil, pada dasarnya setiap rumah memiliki peran penting sebagai cermin yang merefleksikan hubungan penghuninya dengan Pencipta, lingkungan sosial dan lingkungan alam. Rusaknya lingkungan alam dan lingkungan sosial yang terjadi selama ini, tidak lain adalah rusaknya tatanan-tatanan kehidupan manusia yang bermula dari ruang lingkup terkecil ini. Sebaliknya, terjaganya keberlanjutan alam dan keberlangsungan masyarakat juga merupakan akumulasi dari upaya-upaya sederhana di dalam setiap rumah untuk terus memperbaiki diri dan lingkungannya.

Di dalam setiap bentuk fisik hunian kita, kita sesungguhnya dapat bercermin dan menatap bayangan diri kita sendiri. Kondisi jiwa kita yang sebenarnya, dapat kita cermati melalui kondisi hunian kita. Sikap mental, cara pandang dan visi kehidupan kita pun dapat kita baca di sana. Telah benarkah cara pandang kita terhadap lingkungan alam dan sosial kita? Telah baikkah hubungan kita dengan Allah swt, dengan keluarga kita, dengan tetangga kita, dengan pembantu kita, bahkan dengan sebatang pohon yang ada di halaman kita? Semuanya dapat kita baca lewat tanda-tanda yang terdapat di lingkungan terkecil kita itu.

Karenanya, langkah awal dalam melakukan perbaikan terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial, sebenarnya dapat kita mulai di hunian kita masing-masing, dengan terlebih dahulu memperbaiki sikap mental, cara pandang dan visi hidup kita di dunia. Dasar dari setiap upaya perbaikan kualitas hubungan kita dengan Allah swt, lingkungan sosial dan lingkungan alam di dalam hunian kita, adalah dalam rangka menjalankan tugas kemanusiaan kita di dunia, yaitu sebagai khalifah (wakil Allah) sekaligus sebagaiabdillah (hamba Allah). Selanjutnya, rumah sebagai lingkungan terkecil kita adalah tempat yang paling tepat untuk memulai perbaikan-perbaikan kecil yang akan menjadi akar dari setiap perbaikan yang lebih besar nantinya. Setiap perbaikan dalam sikap mental, cara pandang dan visi kehidupan itu, pada akhirnya diharapkan mewujud satu demi satu dalam bentuk perbaikan kualitas lingkungan alam dan lingkungan sosial dalam ruang lingkup yang lebih besar, yaitu keseluruhan alam semesta dan umat manusia.

Buku ini sesungguhnya hanyalah sebuah kerja kecil untuk sebuah perbaikan kecil di lingkungan terkecil kita, hunian kita masing-masing. Di dalam buku ini, kita dapat menemukan bahwa sebenarnya rumah yang kita diami merefleksikan hubungan kita dengan Pencipta (hablumminallah), lingkungan sosial (hablumminannaas) dan lingkungan alam (hablumminal’alam) yang melingkupi kita. Di buku ini, kita juga akan menemukan bahwa sesungguhnya sikap hidup seseorang dapat memberikan pengaruh yang sangat besar dalam setiap pertimbangan mengenai berbagai aspek arsitektural huniannya. Lebih jauh, kita juga akan menemukan alternatif-alternatif upaya perbaikan yang dapat kita lakukan di dalam rumah kita, yang sebenarnya berpangkal dari upaya sungguh-sungguh kita untuk memperbaiki cara pandang, sikap dan tujuan hidup kita di dunia.

Buku oleh : Yulia Eka Putrie, M. T. dan Nunik Junara, M. T. (Dosen Tetap Jurusan Arsitektur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: