KEGIATAN RAWAT HUTAN ASUH – “Cinta Alam, Citra Hidup di Masa Depan”

pulmo´n del mundo

19 Juli 2012, tepatnya pada hari Kamis. Lima orang siswa perwakilan dari ekstrakurikuler ReSH SMANESA beserta satu guru pendamping, yakni bapak Syaifuddin Zuhri yang ditugaskan oleh pihak sekolah untuk kepentingan dinas guna mengikuti perawatan hutan lindung di desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabuten Pasuruan. Dengan persyaratan masing-masing siswa membawa sabit.
Kami memulai perjalanan dari sekolah sekitar pukul 07.30. Ditengah-tengah perjalanan, kami sempat mengalami kebingungan, dikarenakan tak ada satupun dari kami yang mengetahui jalan menuju ketempat tujuan, yaitu indrokilo camp, akhirnya kami bertanya kepada penduduk sekitar, sekitar pukul 08.15 kami tiba di Indrokilo camp. Disana, kami disambut oleh lantunan lagu-lagu dari salah satu band pengisi acara yaitu SUKET TEKI band. Band ini juga berkecimpung dalam bidang peduli lingkungan Acara yang dipandu oleh bapak Samsuri tampak nya berjalan dengan baik. Beberapa sambutan yang ikut menyemarakkan acara disampaikan oleh bapak Irsyad, selaku ketua umum DPRD Kabupaten Pasuruan, Ketua Yayasan Satu Daun, Ketua Mandiri Investama, dan dari pihak Perhutani.
Setelah berbagai sambutan disampaikan, sekitar pukul 09.00 kami berangkat menuju Hutan Asuh. Melihat medan yang akan dilalui sangat sulit, dan jarak yang cukup jauh, juga mengingat durasi waktu sedikit, akhirnya kami diantar oleh mobil jeep menuju area Hutan Asuh. Sesampainya disana, kami masih harus berjalan lagi sekitar beberapa km menuju hutan. Di tengah perjalanan kami menemukan sejenis tumbuhan berbuah. Tumbuhan tersebut memiliki daun yang jarang di setiap batangnya. memiliki buah yang dapat dimakan, bentuknya kecil bulat, berwarna hijau pudar, dan uniknya, buah tersebut memiliki tiga rasa sekaligus, yakni pahit, masam, dan manis.
Tak lama kemudian, kami pun tiba di tempat yang kami tuju, yakni tempat untu membersihkan sebagian parit. Kegiatan bersih-bersih paritpun mulai kami lakukan. Kegiatan ini dilakukan guna meminimalisir adanya kebakaran hutan untuk menjadi penghalang masuknya api ke hutan lindung pada saat musim kemarau. Kegiatan tersebut dapat dinamakan SEKAT ARANG. Dan tak lupa kami mencari bahan-bahan untuk dibuat kerajinan, seperti kelopak bunga matahari yang telah mengering, dan bunga pinus.

Sekitar pukul 11.00 kami di instruksikan untuk kembali ke basecamp. Kamipun harus kembali melewati jalan yang digunakan untuk berangkat tadi. Jalan yang ditempuh saat kembali tak sesulit pada saat berangkat menuju hutan, dikarenakan jalannya yang menurun dan sedikit tanjakan, sehingga memudahkan kita untuk turun. Mobil jeep yang sebelumnya membawa kami tak beroperasi kembali, oleh karena itu kami di instruksikan untuk memotong jalan dan melewati jalan pintas yang lebih dekat dengan camp. Dalam perjalanan banyak hal yang menarik yang dapat kita saksikan, seperti pohon-pohon yang jarang kita temui, kicauan burung yang asing ditelinga kita dan air terjun, namun air terjun mengalami kekeringan jadi hanya batu yang bertumpuk yang dapat kita lihat.
Sekitar pukul 11.45 kami tiba kembali di indrokilo camp. Sembari menunggu jemputan dari sekolah, kami dihibur oleh music dangdut yang dibawakan oleh pengisi acara. Cukup lama menunggu, akhirnya jemputan pun datang. Tepat pukul 13.00, acara selesai.

Comments
One Response to “KEGIATAN RAWAT HUTAN ASUH – “Cinta Alam, Citra Hidup di Masa Depan””
  1. Hanggar PS says:

    Huuuumt fotonya sungguh bagusss I like it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: