Isu Air Kurang Mendapat Perhatian

i-confess-i-have-wasted-water

KOPENHAGEN. KOMPAS -Sejumlah lembaga nonpemerintah yang hadir di Konferensi Perubahan Iklim 2009 -menyoroti lemahnya perhatian terhadap isu air dalam negosiasi iklim. Kondisi itu mengkhawatirkan sekaligus memprihatinkan.

Laporan Panel Ahli Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyebutkan, dampak perubahan iklim menempatkan umat manusia dalam ancaman besar. Afrika, misalnya, 75 juta hingga 200 juta jiwa akan kekurangan air. Sebaliknya, puluhan juta jiwa di seluruh kawasan pesisir terancam banjir dan badai tropis.

“Sayangnya, manajemen sumber daya air kurang mendapat tempat dalam rencana adaptasi yang sedang dibahas,” kata Ania Grobicki dari Global Water Partnership di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim, Rabu (9/12) di Kopenhagen, Denmark. Air belum menjadi prioritas, seperti terlihat dalam kerangka adaptasi yang sedang dibahas, mulai dari pembukaan, sasaran, cakupan, rencana aksi adaptasi, hingga pembangunan kapasitas.

Idealnya, pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu isu sentral. Di Benua Afrika, seperti Mali, perempuan harus berjalan semakin jauh ke tengah gurun untuk mendapatkan air. Sebaliknya, kenaikan suhu melelehkan gunung es di kawasan kutub, yang mengancam negara-negara dengan ketinggian daratan 1 meter di atas permukaan laut.

“Isu air karena dampak perubahan iklim, kalau tidak kekurangan, pasti berlebihan seperti banjir. Intinya, air merupakan masalah yang harus segera diatasi,” kata Hannah Stoddart dari Stakeholder Forum.

Kegagalan global menangkap risiko terkait sumber daya air akan berdampak panjang. “Secara ekonomis, ongkos yang harus ditanggung pada masa datang sangatlah besar. Oleh karena itu, jangan lagi menempatkan air sebagai bagian kecil rencana adaptasi,” kata John Matthews dari WWF International.

Kajian The Global Public Policy Network on Water Management menyebutkan, air dengan fungsi vitalnya akan menjadi masalah besar dan memicu konflik jika tidak diantisipasi sejak dini Faktanya, air terkait dengan isu lain, seperti mata pencarian, tanah, ekosistem, pengelolaan lintas batas, energi, dan jender. Data UN Water 2008 menyebutkan, sekitar dua miliar orang di dunia bergantung pada air bawah tanah.

Diperkirakan. 145 negara memiliki sumber air internasional di wilayahnya, dengan 30 negara lain bergantung penuh pada keberadaannya Oleh karena itu, pengelolaan air secara hati-hati sebaiknya diatur bersama di bawah kerangka adaptasi Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim PBB (UNFCCQ. (GSA)

Sumber disini

Comments
One Response to “Isu Air Kurang Mendapat Perhatian”
  1. Blog yang keren dan bagus sob🙂
    Terus posting artikel2nya sob, ane tunggu posting selajutnya ya🙂
    Kunjungi juga nih toko online ane di http://kedaishop.com barangnya

    keren-keren dan harganya juga murah-murah🙂
    Ditunggu kunjungannya sob😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: