Diklat Lingkungan Hidup, Sumber Daya Alam Dan Keanekaragaman Hayati (Probolinggo, 2011)

DSC08542

A.     Waktu

Hari            : Rabu s.d Sabtu

Tanggal       : 16 Februari 2011 s.d 19 Februari 2011

B.     Tempat

Hotel NADIA Jl. Raya Bromo Km 31 Sukapura, Kabupaten Probolinggo

C.     Peserta

  1. 10 siswa dari Kabupaten Pasuruan
  2. 10 siswa dari Kabupaten Probolinggo
  3. 9 siswa dari Kota Probolinggo
  4. 5 siswa dari Sukapura, Probolinggo
  5. 10 siswa dari Jember

 D.     Tujuan

  1. Meningkatkan pengetahuan pemuda pemudi di Jawa Timur tentang lingkungan hidup, sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.
  2. Mengetahui dampak dari sampah dan cara mengatasinya.
  3. Mengetahui cara memanfaatkan sampah sebagai sumber penghasilan.

Indonesia adalah negara yang memiliki iklim tropis yang mengalami 2 pergantian musim yaknii musim penghujan dan kemarau. Tumbuhnya industri yang sangat pesat dan kepadatan penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat, tiap tahun di sebagian besar wilayah di Indonesia jika terjadi musim penghujan mengalami bencana banjir disebabkan

Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan sekitar yang semakin hilang atau penebangan hutan secara liar yang menyebabkan air hujan di daerah pegunungan tidak dapat menyerap kedalam tanah dan dapat mengakibatkan banjir di daerah dataran rendah, serta meningkatnya volume air laut yang mengakibatkan daerah di pesisir pantai di tenggelamkan oleh air laut. Air mengalir dari dataran yang tinggi ke dataran rendah, air mengalir dari sumber mata air di daerah pegunungan melalui sungai-sungai dan kemudian di alirkan menuju ke danau atau laut, sungai juga merupakan penampung air hujan yang selanjutnya di alirkan ke danau atau laut, akan tetapi sungai saat ini sudah beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah, tempat pembuangan limbah pabrik dan sebagainya, akibatnya sungai yang dahulu mempunyai berbagai fungsi selain sebagai tempat mengalirkan air dari pegunungan menuju ke laut, mengaliri sawah, sungai juga menjadi sarana mck (mandi, cuci dan kakus), kini menjadi berbuah bencana akibat kurangnya kesadaran akan lingkungan masyarakat itu sendiri, berkurangnya lingkungan hijau serta kurangnya daerah resapan air tanah juga mengakibatkan daerah aliran sungai (DAS) meluap dan tidak dapat menampung seluruh air yang masuk, akibatnya terjadi bencana banjir.

Oleh karena itu, Pelatihan Peningkatan Pemahaman Wawasan Lingkungan Hidup, Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 diharapkan bisa menjadi kader-kader lingkungan yang berguna bagi masyarakat dan lingkungan sekitar dalam mengatasi masalah sampah yang sangat meresahkan, padahal sampah bisa menghasilkan uang jika diolah dengan maksimal dan kreatifitas kita. Jika langkah awal ini berhasil diharapkan bisa diterapkan di lignkungan sekolah maupun masyarakat agar semua bisa sadar akan kelestarian dan kebersihan lingkungan sekitar demi masa yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: