Melalui Biomonitoring Sungai, Siswa SMA Lakukan Pelatihan Jurnalistik

Picture13

Isu-isu tercemarnya sungai rupanya telah menumbuhkan niat dari Yayasan satu daun untuk melakukan observasi lebih mendalam guna menyelidiki dan mengupayakan pelestarian sumberdaya yang masih ada. Hal ini terbukti dengan diadakannya kegiatan Diklat Jurnalistik yang diperuntukan bagi siswa – siswi dari 18 sekolah setingkat SMA di Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam program Sekolah Sahabat Mata Air. Diklat ini dilaksanakan tepatnya tanggal 31 Agustus – 1 September 2010 di Unit Pelaksana Pengembangan perlebahan ( UP3 ) Tretes, Prigen. Kaitannya dengan lingkungan adalah kegiatan ini mengambil topik tentang kesehatan sungai melalui Biomonitoring di sungai Buk Glundung pada hari pertama.
Sebanyak 36 siswa yang telah terbagi menjadi 3 kelompok melakukan observasi di hulu sungai Buk Glundung itu sendiri. Sebelumnya mereka telah mendapatkan pengantar dari panitia tentang metode dan pola kerja biomonitoring. Dengan metode menyepak dasar sungai dan menjaring bekas sepakan ( Kicking ) serta metode menggosok batu sungai dengan sikat ( Rubbing ), mereka berusaha mencari organisme yang dipakai sebagai indikator apakah suatu sungai dikatakan sudah ataupun belum tercemar. Organisme yang dimaksud adalah Makrozoobenthos ( benthos ) yang juga sering disebut sebagai serangga air. Benthos tersebut ternyata masih dipilah lagi menjadi ordo Ephemeroptera, Plecoptera dan Tricoptera ( EPT ) sebagai indikator utama tingkat kesehatan air. Setalah melakukan analisis dan serangkaian pengamatan lainnya, mereka mengitung prosentase keberadaan EPT dibanding dengan semua sampel yang didapat dan mempresentasikannya sebagai laporan untuk dilanjutkan ke kegiatan selanjutnya. Salah satu panitia yang berhasil kami temui yaitu Maritha menuturkan bahwa kegiatan ini sangat baik diajarkan sejak dini kepada para pelajar, selain mudah, beliau menuturkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menimbulkan kesadaran bagi generasi muda untuk terus mencintai lingkungannya.
Kegiatan selanjutnya yang dilaksanakan sebagai lanjutan dan juga merupakan kegiatan utama yaitu pelatihan jurnalistik. Kelas terbagi menjadi dua pembelajaran yaitu, Jurnalisme lingkungan dan pelatihan pembuatan film dokumenter yang melakukan kegiatan praktiknya berdasarkan kegiatan biomonitoring sebelumnya. Dari Yayasan Satu Daun sendiri sebagai panitia turut mendatangkan narasumber ahli dari Metro TV dan Radar Bromo. “ Karena kegiatan ini berlandaskan lingkungan, diharapkan kedepannya siswa yang mengikuti pelatihan ini dapat menyerap ilmu sebanyak – banyaknya dari para narasumber dan menerapkannya untuk menjaga lingkungannya“, tutur Fathurrahman selaku ketua dari Yayasan Satu Daun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: